Siap Menghadapi Kiamat Dengan Latihan Keras

Siap Menghadapi Kiamat Dengan Latihan Keras

Kiamat merupakan suatu kejadian yang pasti akan terjadi. Pada masa ini banyak orang yang meramalkan akan terjadinya kiamat. Salah satu Fenomena tentang kiamat yang paling populer hingga ke seluruh dunia adalah habisnya kalender dari Suku Maya pada akhir tahun 2012. Bahkan fenomena ini sempat difilmkan dan menuai banyak penonton yang penasaran.

Seorang remaja di Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melatih diri selama enam tahun untuk bersiap menghadapi kiamat.

Remaja bernama Alex Mason itu merupakan salah seorang ‘doomsday prepper’, yakni seseorang yang aktif mempersiapkan diri menghadapi datangnya kiamat.

Remaja berusia 17 tahun itu mengaku telah lihai memilah stok beras dan makanan kaleng yang cocok sebagai sumber pangan ketika kiamat, dan kemungkinan buruk lainnya yang terkait bencana alam.

Selain itu, Alex juga telah membekali diri dengan kecakapan bertahan hidup di alam liar dan praktik pertolongan darurat.

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, Alex juga mengajak temannya sesama ‘doomsday prepper’, Myles Allen, untuk bersama menyebarkan pesan tersebut ke khalayak luas via Instagram.

“Saya selalu membawa perlengkapan pertolongan darurat di dalam tas ke mana pun pergi. Saya mengisinya dengan air, P3K, dan cukup makanan untuk beberapa hari, sehingga saya bisa pulang dengan selamat,” jelas Alex.

Alex tidak sendiri mempersiapkan skenario penyelamatan dalam menghadapi kiamat. Terdapat beberapa remaja lain di kota tempat tinggalnya, New Hampshire, melakukan hal serupa.

Alih-alih menyibukkan diri menyiapkan beragam hal untuk keselamatan saat kiamat datang, mereka justru berupaya menyebarkan ‘kepedulian’ tersebut seluas mungkin ke tengah publik.

Melalui unggahan video di YouTube dan aneka tips di Instagram, mereka telah diakui mampu memberikan panduan bertahan hidup yang mumpuni, seperti tindak pertolongan pertama, cara membuat api, bela diri, hingga trik berburu di alam liar.

“Sebenarnya orang-orang percaya tentang adanya kiamat dan bencana besar, namun mereka terlalu skeptis untuk bersiap diri menghadapinya,” ujar Alex menjelaskan.

“Kami bukan menggurui, tapi mengingatkan bahwa kemampuan bertahan hidup itu penting, setidaknya meminimalisir kemungkinan dampak buruknya,” lanjut remaja yang tahun ini akan mengambil kelas lisensi penggunaan senjata api.