Faktor Penyebab Turunnya IQ Seseorang secara Drastis

Faktor Penyebab Turunnya IQ Seseorang secara Drastis
Otak merupakan organ viral yang sangat penting keberadaan nya dalam tubuh manusia. Otak menjadi pusat komando ketika seseorang berpikir dan mengambil keputusan. Dalam meningkatkan kualitas dan kecerdasan otak, biasanya seseorang akan melakukan berbagai aktivitas yang dapat menunjang perkembangan otak, seperti membaca buku hingga mengkonsumsi beragam makanan yang tentunya dapat menyehatkan serta meningkatkan kemampuan daya ingat otak tersebut. Namun ada juga beberapa kebiasaan atau perilaku yang tanpa kita sadari selalu kita lakukan hampir setiap hari, dimana kebiasaan-kebiasaan ini yang menyebabkan melunturnya integensi otak seseorang. Kebiasaan seperti selalu memakai baju yang sudah tidak muat serta selalu makan makanan yang manis ternyata dapat menurunkan kemampuan berpikir otak Anda. Berikut Kami informasikan 6 kebiasaan sehari-hari yang memicu menurunnya kualitas serta tingkat kecerdasan otak Anda:
Obesitas, dari hasil sebuah riset yang dimuat di American Journal Of Epidemiology yang menunjukkan bahwa obesitas paruh baya bisa menyebabkan penurunan kemampuan kgnitif serta peningkatan risiko demensia di kemudian hari. Dalam riset tersebut memperlihatkan adanya hubungan antara obesitas dengan kemampuan intelektual yang rendah pada masa remaja dan dewasa. Obesitas sendiri merupakan masalah medis kompleks yang harus ditangani dari sedini mungkin.
Terbiasa makan makanan manis, gula bukan hanya menambah lingkar pinggang, tapi dalam jumlah besar, gula juga memengaruhi sel-sel otak Anda. Pasien diabetes punya risiko demensia yang lebih besar. Dampak negatif dari gula terhadap kesehatan otak mungkin diakibatkan peningkatanan inflamasi. Konsumsi gula yang tinggi diketahui dapat memengaruhi fungsi sel otak dan kemampuan kognitif.
Menghabiskan banyak waktu bersama perokok, meskipun bukan perokok, menghirup asap rokok dapat membuat otak menyerap zat-zat beracun dari rokok. Terus-menerus menghirup asap rokok meningkatkan karbon monoksida dalam tubuh, hal ini bisa menggantikan oksigen yang vital dibutuhkan otak dan seluruh tubuh. Kerusakan pada pembuluh darah serta saraf merusak kemampuan sel-sel otak untuk berkomunikasi secara efektif dan menyimpan informasi dengan benar.
Sering merasa tertekan, mencemaskan keadaan finansial, urusan pekerjaan yang menumpuk, dan risau menjaga keseimbangan kehidupan sosial bisa menciptakan banyak hormon stres dalam tubuh. “Stres tingkat tinggi bukan hanya dikaitkan dengan fungsi otak yang buruk, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer,” kata Brendan Kelly, MD, seorang ahli saraf di The Ohio State University Wexner Medical Center. Perubahan akibat stres diyakini menjadi penyebab peningkatan risiko Alzheimer.