Fakta Unik Semut

Fakta Unik Semut

Masasih.web.id – adigigit semut api, dia langsung bersemangat dan berarti kotor. Anda bisa, tetapi Anda tahu bahwa jika Anda menemukan bahwa semut bukan hanya serangga, biasanya baik-baik saja, Anda tahu. Terlepas dari jiwa pekerja keras dan sifat gotong royong yang tak perlu dipertanyakan, banyak fakta unik tentang mereka, Anda tahu. Di sini, YuKepo memiliki delapan data unik tentang semut yang tidak Anda harapkan sebelumnya.

Memiliki kekuatan luar biasa
Fakta unik yang pertama, beberapa spesies semut memiliki kemampuan untuk membawa beban 10 hingga 50 kali lebih berat dari berat tubuhnya. Percaya atau enggak, kekuatan luar biasa semut disebabkan oleh ukuran tubuh mereka yang kecil. Menurut penelitian dari Arizona State University, karena ukurannya yang kecil, otot semut memiliki luas penampang yang lebih besar, bahkan juga lebih besar dibandingkan dengan hewan yang lebih besar. Jadi jangan salah, kecil-kecil, semut itu kuat.

Spesies serangga yang cerdas
Kecil-kecil gitu ternyata semut ini termasuk salah satu spesies serangga paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya, lho. Semut memiliki sekitar 250.000 sel otak di kepalanya. Bahkan, apabila beberapa koloni semut besar digabungkan, jumlah sel otak mereka bisa menyamai rata-rata jumlah sel otak pada manusia. Wah, kalau ada lomba cerdas cermat antar serangga, pasti semut nih yang jadi juaranya!

Baca juga : Fakta Unik Ular

Tidak memiliki telinga
Ini nih salah satu fakta unik yang membedakan semut dengan manusia, yaitu mereka nggak punya telinga. Meskipun begitu, tidak berarti mereka nggak bisa mendengar. Semut memiliki alat indra atau sensor khusus pada lutut dan kakinya yang membantu mereka untuk merasakan getaran di lingkungannya. Melalui getaran pengindraan itulah semut bisa mendengar, termasuk mendengar omelan kita yang suka kesel ketika lihat makanan dikerubungin mereka.

Bisa perang seperti manusia
Nggak cuma manusia aja yang bisa perang. Semut juga bisa. Peperangan antarspesies semut yang berbeda bisa berlanjut selama beberapa jam, hari, atau bahkan minggu. Nggak beda kan dengan manusia? Menurut penelitian, Perang Dunia-nya semut yang paling besar adalah peperangan antar koloni semut Argentina. Dalam sehari saja, semut yang tewas mencapai jutaan jiwa.

Bisa membentuk superkoloni
Selain ahli perang, semut Argentina juga bisa membentuk superkoloni yang besar dan sangat banyak, seperti superkoloni yang ditemukan di California, Amerika Serikat. Nggak main-main, superkoloni terbesar tersebut memiliki jutaan sarang sepanjang 965 kilometer.

Koloni semut tidak bisa bertahan lama tanpa ratunya
Semut rakyat biasa, alias semut pekerja, hanya mampu bertahan hidup 45—60 hari, beda dengan ratu semut yang bisa hidup hingga 20 tahun. Ketika ditinggal ratunya, koloni semut tidak bisa bertahan lama, paling beberapa bulan saja. Fakta unik ini jadi bukti nyata kalau di mana-mana pemimpin memang sangat diperlukan.

Semut pun melakukan praktik perbudakan
Siapa bilang hanya manusia yang mengenal dunia perbudakan? Semut ternyata juga mengenal perbudakan, lho. Beberapa spesies semut, seperti Polyergus Lucidus, terkenal suka menginvasi koloni-koloni spesies semut lain dan mengambil pupa. Setelah pupa menetas, semut-semut tersebut lalu dijadikan budak dalam koloni Polyergus Lucidus. Nggak manusia, nggak semut, selalu ada yang jahat ya.

Kecil-kecil gitu ternyata semut nggak bisa dipandang sebelah mata, apalagi terkait kemampuan dan kecerdasannya. Kita yang manusia saja bisa kalah lho ternyata. Nggak lagi deh ngeremehin semut!